Rabu, 23 Agustus 2017

Nyaman Berbelanja, Nyaman Beribadah

Selain menyediakan berbagai hiburan, mal memberikan berbagai kenyamanan fasilitas umum kepada pengunjung. Salah satunya kenyamanan tempat beribadah seperti masjid atau mushala. Berikut ini beberapa mal yang menyediakan tempat ibadah yang nyaman untuk pengunjung.

1. Masjid Al-Hidayah (Daya Pikat di Lantai Empat)
   Meski menyatu dengan area parkir, masjid yang berada di lantai 4 Gandaria City ini tetap memikat. Ornamen kaligrafi bertuliskan hadis yang terpampang di bagian saf terdepan menambah keindahan masjid. Area masjid yang luas cukup memadai untuk menampung banyak jemaah, terutama shalat Jumat. masjid ini juga memiliki perpustakaan yang bisa digunakan pengunjung untuk memperdalam ilmu agama selagi menunggu waktu shalat. Untuk menjaga kebersihan, toilet berada di area yang berbeda dengan masjid. 
Alamat : Gandaria City Lantai 4, Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 
Jam buka : 10.00 WIB - 22.00 WIB


2. Masjid Alatief (Masjid Asri dengan Ornamen Kaligrafi)
   Kesan indah dan sedap dipandang mata segera terasa ketika melihat masjid ini. Ornamen kaligrafi yang berisi nukilan ayat-ayat Al Quran terpampang di dinding barisan samping kanan dan terdepan. Tulisan kaligrafi turut menghiasi atap dengan tambahan lampu gantung yang menjadi aksen manis bangunan masjid yang berada di lantai 5 ini. Sentuhan nuansa merah semakin menambah impresi mewah dan megah masjid yang bisa digunakan untuk mengakomodasi banyak jemaah shalat Jumat.
Alamat : Pasaraya Blok M Lantai 5, Jalan Sultan Iskandarsyah 2 Nomor 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Jam buka : Zuhur : 11.30 WIB - 13.30 WIB
           Ashar : 14.30 WIB - 16.30 WIB
           Maghrib dan Isya : 17.30 WIB - 20.00 WIB

3. Masjid Nurul Iman (Fasilitasi Simulasi Manasik Haji)
   Tidak sulit mencari lokasi Masjid Nurul Iman karena berada di lantai 7 atau atap Blok M Square. Dengan luas 3.000 meter persegi, masjid luas dan megah ini mampu menampung hingga 6.000 jemaah. Selain kajian agama rutin, masjid ini dilengkapi fasilitas untuk simulasi manasik haji atau umrah. Lokasi manasik haji berada di pelataran Masjid Nurul Iman. Selain miniatur Kakbah, tempat manasik hari Masjid Nurul Iman dilengkapi miniatur tempat tawaf, sai, lempar jamrah, maqom Ibrahim (telapak kaki Nabi Ibrahim), Hijr Ismail dan Hajar Aswad.
Alamat : Blok M Square Lantai 7, Jalan Melawai V, Kebayoran, Jakarta Selatan

4. Mushala Grand Indonesia (Mushala yang Nyaman)
   Jika sedang berbelanja di Grand Indonesia, Anda tak perlu khawatir ketika waktu shalat tiba. Maklum, mal ini memiliki total 5 mushala. Di West Mall, mushala bisa ditemui di lantai 6 dan LG. Sementara itu, di East Mall, mushala tersedia di lantai 3, 1 dan basement. Di mushala lantai LG West Mall terdapat beberapa kursi panjang untuk tempat menunggu maupun lepas dan pakai sepatu. Tersedia petugas pria dan wanita yang akan membantu jemaah menitip barang maupun sepatu. Di bagian dalam mushala, pengunjung akan dimanjakan ruangan yang besar dengan karpet nyaman. Shalat bagian pria dan wanita dipisahkan oleh pembatas. Ada juga rak buku berisi Al Quran.
Alamat : Grand Indonesia, Jalan MT Thamrin Nomor 1, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Jam buka : 11.00 WIB - 20.00 WIB

5. Mushala Mal Kuningan City (Dominasi Warna Putih dan Cokelat)
   Tersedia dua mushala di Mal Kuningan City, yaitu di lantai 1 dan lantai 3. Sebagai catatan, mushala di lantai 3 memiliki tempat shalat yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Begitu pula tempat wudunya. Ketika masuk mushala, pengunjung akan melewati deretan kaca cantik. Setelah masuk, tersedia beberapa tempat wudu. Interior yang disajikan cukup simpel dengan dominasi warna putih dan cokelat. Terdapat rak buku yang berisi beberapa Al Quran. Sayang, baik di lanati 1 maupun 3 tidak bisa dilaksanakan shalat Jumat. Namun, pihak mal menyediakan fasilitas tersebut di parkiran P2.
Alamat : Kuningan City Mall, Jalan Prof. DR Satrio Kav. 18, Karet Kuningan, Jakarta Selatan.
Jam buka : 11.00 WIB - 21.00 WIB

6. Mushala Lippo Mall Puti (Harum dan Lega)
   Wangi, itulah kesan pertama ketika memasuki mushala yang terletak di lantai 2F Lippo Mall Puti ini. Di resepsionis mushala, Anda bisa meminjam sarung atau mukena. Untuk penyimpanan, disediakan rak sepatu dan loker. Tempat wudu beralaskan kayu agar tidak licin sekaligus memberi kesan mewah. Masuk ke dalam mushala, Anda akan dimanjakan dengan penyejuk ruangan (AC) yang dingin dan pengharum ruangan di setiap sudut serta sajadah yang tebal dan hangat. Bagi yang ingin bertadarus, disediakan beberapa mushaf Al Quran terjemahan. Sayangnya, toilet tidak tersedia di bagian dalam mushala ini.
Alamat : Lippo Mall Puri, Lantai 2F Jalan Puri Indah Raya Blok U1, Puri Indah CBD, Jakarta Barat.
Jam buka : 10.00 WIB-22.00 WIB (setiap hari)

7. Masjid Baiturrahman (Menyediakan Tempat Shalat Jumat)
   Plaza Indonesia memiliki empat mushala. Namun, jika ingin beribadah yang lebih nyaman, pengunjung bisa datang ke tempat ibadah di lantai P2. Tempat ibadah yang berlokasi dekat tempat parkir ini diberi nama Masjid Baiturrahman. Karena tempatnya luas, pengunjung bisa melaksanakan shalat Jumat disini. Tersedia juga beberapa loker sebagai tempat penitipan alas kaki maupun barang. Namun, tidak ada petugas sehingga Anda harus memegang kunci loker tersebut saat menitip barang. Demi keamanan, tempat ibadah ini dipasang beberapa CCTV. Tersedia juga fasilitas toilet di bagian samping.
Alamat : Plaza Indonesia, Jalan MH Thamrin Nomor 28-30, Menteng, Jakarta Pusat.
Jam buka : 11.00 WIB - 19.00 WIB

8. Masjid Al Ikhlas (Disediakan Air Minum)
   Kota Kasablanka cukup serius memberikan kenyamanan beribadah kepada pengunjung. Hal ini bisa dilihat di tempat ibadah yang diberi nama Masjid Al Ikhlas. Kesan pertama saat masuk masjid ini adalah nyaman. Di area masuk, terpampang tulisan Masjid Al Ikhlas yang besar. Terdapat dua orang petugas yang akan membantu Anda menitip alas kaki. Menariknya, disini terdapat perpustakaan khusus berikut petugasnya. Di bagian dalam, hamparan karpet hijau yang nyaman dengan ruangan luas akan menyambut Anda. Tersedia juga kayu pembatas (sutrah). Di bagian luar tersedia air minum khusus bagi pengunjung.
Alamat : Kota Kasablanka, Jalan Casablanca Kav. 88, rt. 016 Rw. 005 Tebet, Jakarta Selatan. 
Jam buka : 10.00 WIB - 20.00 WIB

Sumber : Kompas Klasika KlasiLoka edisi hari Jumat, 28 Juli 2017

Kamis, 27 Juli 2017

Long-Weekend Bersama Keluarga Tercinta di Kuala Lumpur

Awalnya tak ada niatan kami untuk berlibur ke Kuala Lumpur karena kami sudah pernah berlibur ke tempat tersebut. Tujuan awal kami adalah ke Hong Kong ataupun Bangkok. Tapi berhubung saya iseng otak atik tanggal dan kota tujuan dan liat ada tiket pesawat murah menggunakan KLM dengan tujuan Kuala Lumpur, jadilah libur panjang kami kali ini dihabiskan ke Kuala Lumpur.
Kami booking tiket sejak bulan Oktober 2016, cukup dengan IDR 1.121.400/dewasa pulang pergi dan IDR 936.500/anak pulang pergi, cukup murah bagi kami untuk pesawat sekelas KLM. Kapan lagi bisa merasakan pesawat Eropa dengan harga murah 😜
Jadwal keberangkatan kami,
13 April 2017 KL-810 18:45-21:55
16 April 2017 KL-809 16:20-17:25
Jadwal yang cocok untuk kami karena saya dan suami adalah orang kantoran yang rada susah ijin 😀

Dan saatnya pun tiba... 🙌🙌🙌

Kamis, 13 April 2017
Saya dan anak saya (Sabila) meluncur dari kantor ke bandara pada jam 15.15 WIB dengan diantar supir kantor. Sempat deg-degan juga mengingat long-weekend biasanya jalanan menuju bandara pasti padat dan sarat akan calon penumpang untuk ke luar kota ataupun ke luar negeri.
Benar saja... Masuk tol bandara, jalanan sudah mulai merayap perlahan, whatsapp-an dengan suami yang juga berangkat dari kantor untuk tanya posisi ada dimana dan ternyata posisi masih dibelakang. Tanpa pikir panjang lagi, suami langsung turun dari bis damri dan melanjutkan perjalanan menuju bandara dengan menggunakan ojek 😃
Perjalanan yang sebenarnya cukup dekat itu, harus dibayar dengan selembar berwarna biru 😀 lumayanlah daripada harus ketinggalan pesawat dan lebih nyesek 😊
Alhamdulillah kami bisa ketemu dan kumpul di terminal 2 Bandar Udara Soekarno Hatta. Kami harus menunggu boarding di Gate E7.
Boarding Pass
Pengennya sich tujuan ke Amsterdam 😁
Saatnya boarding dan kami semua harus naik ke pesawat, kami dapat seat di 53-A, 53-B dan 53-C. Kesan pertama saat kami masuk ke pesawat tersebut, besar, mewah dan megah. Maklumlah baru kali ini kami naik pesawat Eropa dan berbadan besar 😁
Pramugara dan pramugari yang menyambut kami semua cantik, ganteng dan ramah-ramah banget.
Duduk manis dech kami bertiga 😉
Begitu kami take off, tak berapa lama setelah pesawat lepas landas diberikan hot towel, earphone dan juga snack berupa vegetarian pie dan juga juice yang bisa kami pilih sesuai keinginan. Di atas pesawat kami menikmati AVOD (Audio and Video on Demand) yang berupa TV kecil di hadapan kami. 
Earphone
Snack di dalam pesawat
Pie-nya lumayan enak, tapi anak yang protes karna pengen makan nasi 😁
Tak terasa waktu mendarat pun tiba, kami mulai bersiap untuk mendarat dan Alhamdulillah mendarat dengan mulus.
Tiba kami di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) langsung mengambil bagasi dan urus di imigrasi yang lumayan rame karena libur panjang.
Antrian imigrasi KLIA yang cukup melelahkan
Ramenya minta ampun dan kebanyakan dari Indonesia
Sabila pun ngantuk dan lelah
Setelah urusan imigrasi selesai, kami pun keluar bandara untuk menemui penjemput yang sudah kami pesan sebelumnya dari indonesia. Cukup bayar RM 75 sekali jalan dari bandara ke apartemen tempat kami menginap.
Kalaupun mau ke Kuala Lumpur dari bandara, bisa juga order mobil yang banyak ditawarkan di sekitar bandara atau bisa juga dengan menggunakan uber mobil atau grab, juga dengan harga yang sama yaitu RM 75 untuk sekali jalan. 
Perjalanan dari KLIA menuju Kuala Lumpur memakan waktu sekitar 1.5 jam. Kami tiba di Regalia Residence yang beralamat di Jalan Sultan Ismail sudah larut malam sekitar jam 00.00 waktu setempat, lalu saya langsung contact pemilik apartemen untuk mengambil kunci apartemen yang akan kami tempati selama 2 malam.
Sabila lapar dan lelah
Meskipun lelah, Sabila tetap semangat untuk berfoto
Sabila dan Ayah-nya
Welfie dech
Kami lapar di tengah malam itu, kebetulan ada sebuah cafe yang bernama carrot cafe, lalu kami memesan makanan berupa 1 porsi nasi goreng yang nantinya akan diantarkan ke apartemen tempat kami menginap.  
Nasi Goreng ala India yang rasanya enak dengan porsi besar
Setelah kunci kami terima dari pemilik, kami langsung naik menuju lantai 13 di tower B untuk beristirahat. 
Masuk ke dalam apartemen tipe studio tersebut, semua fasilitas mulai dari kompor, teko, sendok, gelas, setrikaan sampai ke hair dryer ada dan siap digunakan kami sebagai penghuni sementara.
Tak lama berselang, pengantar nasi goreng pun datang dan ternyata nasi goreng ala india tersebut enak rasanya, tak ada bumbu rempah didalamnya, 1 prosi nasi goreng tersebut bisa di makan untuk kami bertiga karena porsinya cukup besar.
Setelah makan dan beberes badan, kami bertiga pun beristirahat sekitar pukul 01.00 waktu setempat.

Jum'at, 14 April 2017
Hari pertama beristirahat di luar rumah, saya terbangun dari tidur pada jam 05.00 waktu setempat. Masih gelap sekali diluar sana, suami dan anak tercinta pun masih terlelap tidur, sepertinya mereka lelah sekali setelah menempuh perjalanan yang lumayan dari sore hingga tengah malam kemarin.
Sekitar pukul 07.00 waktu setempat, kedua hati tercinta bangun dari tidur dan mereka langsung bergegas untuk mandi dan bersiap melakukan perjalanan.
Kami sudah siap berangkat pada pukul 09.00 waktu setempat. Turun menuju Carrot Cafe lagi untuk sarapan, order nasi goreng india lagi dan beberapa minuman hangat. Setelah kami semua sarapan, kami pesan uber mobil untuk menuju Berjaya Times Square (BTS)dan tiba di BTS sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Ya.... Kami menuju BTS untuk menukar tiket shuttle yang kami pesan dari Jakarta dengan tiket shuttle yang sebenarnya karena kami hanya memegang bukti reservasi shuttle berupa email.
Kami menuju lantai 8 Berjaya Times Square Mall dan mencari sales office Colmar Tropicale. Tiket pun sudah di tangan, waktu keberangkatan yang kami pilih adalah jam 12.00 waktu setempat akan tetapi petugas reservasi menginformasikan adanya penundaan perjalanan sampai pukul 13.00 dikarenakan terjadi kecelakaan di jalan menuju BTS. Masih ada kesempatan kami untuk jalan-jalan keliling mall dan sedikit bersantai, pasang alarm di handphone biar gak terlewat untuk kumpul di depan Berjaya Times Square Hotel.
Sekitar jam 13.30 waktu setempat, shuttle yang akan membawa kami menuju Colmar Tropicale pun datang. Alhamdulillah.... Akhirnya penantian panjang kami berakhir
Sabila yang udah gak sabar ke Colmar Tropicale
Karcis shuttle dari berupa email menjadi karcis
Sekarang perjalanan menuju Colmar Tropicale yang akan di tempuh lebih kurang 1 jam perjalanan. Bismillah.... Semoga perjalanan kami ini dilancarkan 😇 
Kami pun tiba di Colmar Tropicale.... 🙌🙌🙌🙌
Kesan pertama kami saat tiba di Colmar Tropicale adalah, bagus dan eropa banget 😀

Sampai dech di Colmar Tropicale
Sabila dan Ayah
Welfie 😁
Colmar Tropicale, tempat yang oke. Rekomen banget
Saatnya kami foto-foto 😉
Baru masuk lokasi langsung foto, ketemu patung kuda foto, ketemu spot menarik lainnya foto lagi. Kami puas berfoto di tempat ini 😊

Kuda sebelah kiri menyambut kami 😋
Kuda sebelah kanan menyambut kami 😋

Colmar Tropicale dilihat dari lantai 2
Always say "cheeeeeeseee"
Di tempat ini, banyak resto yang menjual aneka makanan, mulai dari makanan melayu sampai ke makanan eropa. Saat perut lapar kami lebih memilih makan di resto Italia yang juga menyajikan laksa khas melayu. Setelah hampir 1 jam duduk di resto tersebut sambil menikmati suasana, kami pun berkeliling lagi dan anak saya Sabila tertuju pada mainan pancingan bebek dalam air 😃
Sekali main pancingan bebek tersebut, harus menukar koin RM 2 dan 1 kali main menggunakan 2 koin dengan total RM 4.








Setelah kami selesai berfoto, berkeliling dan Sabila puas bermain, mulailah kami menanti shuttle yang akan membawa kami menuju Japanese Village dan Botanical Garden.


Perjalanan dari French Village ke Japanese Village ditempuh selama + 15 menit dengan menggunakan mobil khusus.
Tiba di sekitar Japanese Village, kami diharuskan untuk menaiki sebanyak 88 buah anak tangga untuk mencapai ke Japanese Garden, Japanese Tea House, Tatami Spa, Ume Tatami Suite, Souvenir Shop, Ryo Zan Tei Restaurant dan Botanical Garden dengan ketinggian 3.500 kaki diatas permukaan laut. Kami menyempatkan diri mampir ke toko souvenir untuk membeli beberapa pernak pernik khas dari tempat tersebut. Tak lama setelah itu, kami pun naik lagi menuju ke Japanese Tea House yang merupakan rumah model Jepang dan ada penyewaan kimono di tempat tersebut dengan cukup membayar RM 20 per kimono, lumayanlah digunakan untuk berfoto.


Meski lelah setelah naik 88 anak tangga, tetap narsis yach

Sabila di depan rumah jepang
Menggunakan Kimono yang disewakan
Wajib dibaca nich
Sabila dan Bunda
Map Berjaya Hills
Shuttle Schedule
Dikarenakan waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 dan semua lokasi di tempat tersebut akan di tutup, kami pun perlahan-lahan turun untuk kemudian menunggu shuttle yang akan membawa kami kembali ke French Village dan tak harus menunggu lama, shuttle pun datang.
Setibanya kami di French Village, kami duduk di tempat tunggu shuttle untuk menunggu shuttle kembali ke Kuala Lumpur. Hujan pun turun dengan derasnya dan kami melihat beberapa rombongan dari Indonesia datang untuk menginap di tempat tersebut.
Pukul 19.30 waktu setempat kami pun kembali ke Kuala Lumpur dengan shuttle dan waktu tempuh sekitar hampir 1 jam untuk tiba di Berjaya Times Square Hotel.
Lelah hari ini kami tutup dengan membeli beberapa tumbler starbucks titipan teman-teman di Jakarta dan pulang ke apartemen dengan menggunakan uber mobil yang pastinya lebih murah daripada menggunakan monorail ataupun rapidKL. Tiba di apartemen kami pun beristirahat untuk aktifitas esok harinya.

Sabtu, 15 April 2017
Pagi di hari sabtu ini merupakan hari yang dinantikan oleh Sabila. Ya.... Sabila suka sekali berenang dan saya sudah berjanji di hari sabtu pagi dan minggu pagi adalah jadwalnya untuk berenang.
Pagi ini saya terbangun sekitar pukul 05.00 waktu setempat dan selang 1 jam Sabila bangun pagi-pagi di jam 06.00 padahal di luar sana masih gelap sekali dan kolam renang pun baru buka di jam 07.00 waktu setempat. Sabila pun bergegas mengganti baju tidurnya dengan pakaian renang yang sudah saya siapkan, sarapan sebentar sambil menunggu waktunya kolam renang buka.
Sekitar jam 07.10, menuju lift khusus yang aksesnya langsung ke kolam renang yang berada di lantai 37 Regalia Residence Apartemen.
Meskipun kami datang ke kolam renang tersebut 15 menit dari jam buka, akan tetapi sudah ada beberapa orang yang ternyata sudah duluan berenang. Campur baurlah kami di tempat itu mulai dari orang Indonesia, Melayu Malaysia, Cina dan juga eropa yang ternyata banyak bule eropa yang ganteng-ganteng disana 😍😍😍
Mulailah kami bertiga berfoto sebelum masuk ke kolam renang tersebut. Tapi sayang banget untuk mengambil foto dengan view Petronas dan KL Tower harus melawan matahari sehingga hasil fotonya kurang bagus dan kurang menarik.
Welfie sebelum ke kolam renang 😍
Si cantik Sabila
Sabila santai dulu sebelum nyebur ke kolam
Suasana kolam renang di pagi hari
Ayah dan Sabila sebelum masuk ke kolam renang
Matahari baru muncul pada jam 07.05 waktu setempat
Segar banget liat mereka berenang
💓💓💓
Sabila dan Ayah-nya pun mulai berenang menikmati suasana dan pemandangan yang lumayan cantik di pagi hari ini. Sebenarnya akan lebih cantik berenang di waktu sore hari karena pemandangan Petronas dan KL Tower akan lebih kelihatan dan foto tanpa harus melawan matahari alias backlight.
Cukup sampai jam 09.00 saja kami di area kolam tersebut dan kemudian bergegas ke kamar untuk bersiap melakukan petualangan lainnya di hari ini. 
Kami pun check out dari Regalia Residence untuk selanjutnya menginap di The Face Suites, sebuah apartemen mewan dengan kolam renang yang gak kalah bagus dari Regalia Residence terutama pemandangan pada malam hari yang sangat cantik dengan latar belakang Menara Kembar Petronas dan juga Menara Kuala Lumpur yang menjulang tinggi.

Apartemen yang kami tempati



View dari lantai 45 sore itu




Kami drop bagasi ke Apartemen The Face Suites dan mulai melakukan perjalanan di hari sabtu ini. Di mulai ke Menara Kembar Petronas, mengulang foto dengan formasi yang sama seperti beberapa tahun lalu dan juga ke beberapa tempat lainnya.
Setibanya kami di Petronas Twin Towers, berfoto dengan kamera hape yang kami lapisi dengan lensa pembesar yang banyak ditawarkan di tempat tersebut dan hasilnya cukup memuaskan, kelihatan semua tingginya Gedung Petronas tersebut ditambah dengan foto kami bertiga.



Gak lupa kami menyusuri Suria KLCC Mall untuk membeli beberapa belanjaan titipan teman seperti : sepatu atau sandal Jelly Bunny, Garrett's popcorn, produk vincci, onitsuka tiger, smiggle dan sephora cosmetic.



Meskipun dalam perjalanan berlibur bersama keluarga, kami sekeluarga suka banget mencari barang-barang jastip (jasa titip) untuk beberapa teman kami di tanah air. Selain barang-barang tersebut diatas, berbagai macam makanan atau minuman khas dari Malaysia juga kami bantu belikan, lumayan sedikit menambah uang saku 😉
Setelah semua urusan mencari barang titipan beberapa teman, kami langsung drop barang sekaligus mandi dikarenakan saya ada janji dengan teman dari komunitas backpacker yang akan berkunjung ke apartemen tempat kami menginap untuk sekedar berfoto di Sky Pool apartemen tersebut. Dan juga saya ada janji untuk makan malam dengan teman semasa SD saya yang sudah lama tinggal di Kuala Lumpur. Alhamdulillah, kami pun bisa berjumpa dengan keluarganya di makan malam tersebut.





Menara Kuala Lumpur
Petronas Twin Towers
Sabila dan Bunda dengan background yang berbeda
Komunitas Backpacker International
Komunitas Backpacker International
Komunitas Backpacker International
Komunitas Backpacker International
Komunitas Backpacker International

Saat makan malam dengan teman SD
Setelah selesai makan malam, kami pulang untuk beristirahat.

Minggu, 16 April 2017
Pagi-pagi sekali, Sabila anak saya sudah bangun dan menagih janji untuk berenang bersama Ayah-nya.
Kolam renang yang berada di lantai 51 Apartemen The Face Suites dengan pemandangan indah baik di siang hari ataupun malam hari.
Sabila dan Ayah
Matahari hampir muncul
Sebelum masuk ke kolam
Perlahan-lahan matahari mulai naik



Sabila di kolam kecil













 

Ayah dan Sabila pun puas berenang sambil sesekali foto bersama 👀
Yang perlu di ingat, untuk di lantai 51 ini tidak ada sinyal kecuali menggunakan Wi_Fi, jadi siap-siap aja hilang sinyal. 
Setelah puas berenang selama lebih kurang hampir 2 jam, kami bergegas ke kamar untuk mandi dan melanjutkan membeli beberapa pesanan yang belum sempat terbeli dan juga kami menyempatkan untuk mengunjungi Beryl's Chocolate Kingdom, membeli beberapa batang coklat. 

Beryl's Chocolate Kingdom
Perjalanan liburan kali ini pun berakhir, saatnya kembali ke dunia nyata 😁
Sabila mulai masuk sekolah, Bunda dan Ayah juga masuk kerja lagi untuk mencari uang buat tambahan liburan berikutnya 😉

Note :
Selama di Kuala Lumpur, kami lebih banyak menggunakan jasa uber atau taksi online dikarenakan tarif uber jauh lebih murah dibandingkan naik transportasi umum seperti monorail ataupun rapidKL. Sebagai perbandingan, naik monorail MYR 1.5/orang dan naik uber cukup membayar MYR 3 sudah sampai ditujuan, sedangkan kami bertiga. Lebih hemat jauh menggunakan uber dan juga gak perlu capek naik turun transportasi umum juga